01       02       03       04       05       06       07       08       09

Tips Menghadapi Anak Pemarah


Pernahkah Bunda merasa kesal karena si kecil sudah mulai jadi anak bandel, marah jika kita melarang sesuatu, marah jika tidak dituruti keinginannya dan cenderung menjadi pemberontak ? saya ataupun bunda di manapun pasti merasa bahwa kesabaran kita sebagai orang tua sedang diuji. saya pribadi sering sekali mendengar anak kedua saya yang laki-laki berkata "aku nggak mau sayang lagi sama mama....." hanya gara-gara saya tidak menuruti keinginannya untuk membelikan mainan kesukaannya dan masih banyak kata-kata lainnya yang saya pribadi merasa  sedih karena seorang bocah berumur 3 tahun sudah memiliki rasa dendam kepada orang lain, terutama pada saya, bundanya.


Bunda....., anak marah, atau anak mengamuk, sebenarnya adalah situasi yang biasa atau umum terjadi di tengah-tengah keluarga kita. Marah adalah energi jiwa, sebagaimana sedih, gembira, dan berbagai ekspresi jiwa lainnya. Anak anda marah, menunjukkan bahwa anak itu sehat-sehat saja, normal. Justru sebaliknya, jika anak tidak pernah menunjukkan emosi kemarahannya, itu pertanda ada sesuatu dengan anak kita. Bahkan, menurut Rasulullah saw. Benci (yang sering mendasari kenapa orang marah) adalah indikator paling kuat dari kualitas keimanan seseorang. Beliau katakan, “ Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah, dan benci karena-Nya.” Jadi tidak ada sesuatu yang salah dengan amarah.

Yang jadi masalah adalah ketika kemarahan itu tidak jelas ujung-pangkalnya, tidak terkendali dan bukan pada saluran yang semestinya. Apalagi jika kemarahan itu diluapkan dengan cara-cara di luar etika Islam. Marah seperti ini bisa menimbulkan bencana. Marah seperti inilah yang menjauhkan seseorang dari surga Allah. Dan marah seperti inilah yang membuat setan menari-nari kemudian ikut mengendalikan emosi jiwa hingga terjerumus pada perbuatan nista. Inilah makna sabda Rasulullah,“Jangan marah! jangan marah! jangan marah! maka bagimu surga.”

Jika emosi semacam ini sering diperturutkan hingga menjadi perangai dan akhlak sehari-hari kita atau anak kita, maka layaklah kalau julukan Si Pemarah itu disematkan kepada diri kita atau anak kita. Wal iyadzubillah.Disinilah pentingnya kita mengelola amarah. Disini pula kita diingatkan untuk juga membantu anak kita agar bisa mengelola dan mengendalikan amarahnya. 

Untuk mempermudah tugas kita sebagai Bunda, berikut ini saya tampilkan artikel hasil karangan Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto) agar dapat membuat kita semua dapat menghadapi si kecil yang sedang marah dengan lebih bijak tanpa harus ikut marah juga serta semoga kita dapat menjadi orang tua yang lebih baik. 

Orangtua seringkali menghadapi kemarahan anak yang cenderung agresif sehingga sulit memahami kemarahan mereka dan hal tersebut malah membuat orangtua binggung dan tidak tahu bagaimana harus menghadapi dan meredam kemarahan si anak.

Banyak cara anak dalam mengekspresikan kemarahannya ada yang langsung mengutarakan keinginannya pada orangtua sambil marah-marah dan menangis, bahkan ada yang sampai melempar dan membanting barang-barang, atau adapula anak yang ngambek bersikap diam dan cenderung menarik diri karena memendam rasa marahnya.

Sebenarnya ada beberapa sebab mengapa anak marah atau bahkan menjadi pemarah, biasanya karena Janji Pada Anak yang Tidak Kita Tepati, Mencari Perhatian, Dipaksa Disiplin, Cemburu Pada Saudara, Orangtua yangTerlalu Mendikte, Tidak Mampu Menyesuaikan Diri Dengan Perubahan atau bahkan bisa jadi mereka meniru orangtua mereka sendiri. Jadi sebisa mungkin kita selalu berusaha bersikap baik dan sopan didepan anak, jangan sekali-kali marah-marah atau malah berkelahi di depan mereka.

Itu sebabnya sebenarnya orangtua adalah contoh utama dalam perkembangan watak dan sikap anak, disamping itu kekompakan dan konsistensi dalam menghadapi mereka adalah kunci keberhasilan dalam mendidik anak.

Berikut akan disampaikan Cara Tips & Trik Menghadapi Kemarahan Anak berdasarkan sebab2 kemarahan mereka :



A. Jika anak marah karena JANJI PADA ANAK YANG TIDAK DITEPATI

     berikut CARA TIPS & TRIK BERJANJI SECARA BIJAK:

  1. Ketika membuat janji sebaiknya gunakan konsep waktu yang jelas. Bila perlu tunjukkan kalender kepada anak dan beritahu kapan kita bisa menepati janji. Jangan gunakan kata “nanti” karena dapat diartikan si anak hari ini atau besok. 
  2. Sebaiknya jangan mengobral janji pada anak yang belum tentu dapat kita tepati. Pikirkan dulu baik-baik ketika akan membuat janji pada anak. 
  3. Jangan menjanjikan sesuatu agar si anak berhenti menangis atau berhenti bertingkah nakal, karena anak akan cenderung mengulanginya lagi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. 
  4. Buat reminder atau catatan janji kita pada anak, perlakukan mereka seperti klien kita di kantor bahkan jadikan mereka klien utama anda.
B. Jika anak marah karena MENCARI PERHATIAN
     berikut CARA TIPS & TRIK MENGHADAPI MEREKA:

  1. Memeluknya dan mengungkapkan kata sayang pada anak adalah ungkapan paling mudah yang dapat diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orangtua. 
  2. Tetap bersikap tenang, jangan panik dan buru2 memenuhi keinginan mereka ketika sedang marah, jika tidak kemungkinan besar anak akan mengulangi perilaku marah mereka. 
  3. Menggoda dengan humor dan menggelitik anak, sambil menanyakan mengapa mereka marah. Terkadang cara ini cukup berhasil. 
  4. Hindari kata “tidak” dan “jangan” pada anak. Gunakan suara tenang jangan berteriak dan bernada marah. 
  5. Sampaikan pada anak ada cara lain yang lebih baik untuk memperoleh perhatian, saat menyampaikan ini usahakan anda dekati mereka posisikan diri anda sejajar dengan anak dan lakukan kontak mata. Berikan pujian positif apabila anak menuruti anda dan berperilaku baik. 
  6. Sampaikan pada anak untuk bersikap sabar, apapun yang mereka inginkan perlu waktu dan usaha. Dan beri pujian bila ia mampu untuk lebih bersabar. 
  7. Berikan timeout dengan membiarkan anak untuk menenangkan diri disuatu ruangan yang tenang. Jangan pernah mengatakan “masuk kamar sekarang, dan jangan keluar sampai kamu perbaiki tingkah lakumu !”, cukup katakan pada mereka “tenangkan dirimu dulu jika merasa lebih baik baru kita bicara”. 
C. Jika anak marah karena DIPAKSA DISIPLIN
     berikut CARA TIPS & TRIK MENUJU DISIPLIN YANG EFEKTIF


  1. Untuk mengubah perilaku buruk anak, orangtua juga harus mengetahui motivasi dibalik tingkah lakunya. Misalnya karena bosan, cari perhatian, balas dendam atau ingin unjuk kekuatan. 
  2. Tentukan batasan yang jelas pada anak apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan detil. 
  3. Terapkan batasan atau aturan tersebut pada setiap anak dalam keluarga termasuk orangtua. 
  4. Konsekuensi disiplin yang sama seperti kasus sebelumnya. Tanpa konsekuen dalam disiplin akan membingungkan anak. 
  5. Jangan memberi disiplin dimuka umum akan membuat anak malu dan marah, bicarakanlah berdua saja dengan anak. 
  6. Dibutuhkan ketegasan orangtua dalam menerapkan disiplin, namun jangan melakukannya dengan berteriak dan membentak anak. Sampaikan semuanya dengan tenang tapi jelas. 
  7. Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti memukul. 
  8. Berikan sanksi segera setelah anak melakukan kesalahan jangan pernah menundanya, hal ini akan membuat anak mengira orangtua tidak sungguh2 menerapkan disiplin. 
  9. Orangtua perlu melakukan pengawasan sejauh mana anak bersungguh2 menjalankannya.


    0 komentar:

    Post a Comment


    UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI KE NO 031 8304 7663 | TERIMA KASIH

                                   
     
    Dunia Bunda dan Anak © 2011 | All Rights Reserved | Contact | Souvenir Ultah | Forum | Pasang Iklan Gratis