01       02       03       04       05       06       07       08       09

Batuk dan Flu pada Anak-anak


Selamat Pagi Bunda
Saat ini cuaca sedang tidak menentu dan kita terutama anak-anak mudah sekali terkena flu dan juga batuk pilek. Kondisi tubuh yang tidak fit mengakibatkan daya tahan tubuh kita melemah sehingga mudah sekali terkena penyakit. Umumnya para Bunda mengalami kebingungan, bagaimana penanganan batuk dan pilek yang dialami oleh anak kita terutama bayi. untuk memberikan tips dan cara penanganan batuk pilek ada baiknya Bunda menyimak terlebih dahulu pengertian dari batuk dan pilek itu sendiri. 
Sebenarnya tidak perlu ada yang dicemaskan dengan kehadiran batuk pada anak. Seorang spesialis anak secara ekstrem menyebutkan tidak ada anak yang meninggal dunia gara-gara batuk. Dr Purnamawati Sujud Pujiarto, SpAK, dari Kemang Medical Care, Jakarta Selatan, pun menjelaskan bahwa pada dasarnya batuk adalah sebuah refleks yang pusat pengaturannya berada di otak. Refleks batuk juga merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk ke saluran napas. “Ketika tersedak, ketika terkena infeksi flu, lendir yang berlebihan pun akan dibatukkan oleh tubuh,” katanya.





Kebiasaan pemberian obat batuk ini tak hanya terjadi di negeri ini. Di Amerika Serikat pun, para orang tua masih melakukan hal serupa. Peneliti dari Universitas Boston, pada Mei 2008 menemukan hampir 10 anak di Amerika Serikat menggunakan satu atau lebih obat batuk dan flu selama seminggu. Peneliti merasa sedikit heran bahwa frekuensi dosis obat batuk pada anak di Negeri Abang Sam itu masih belum dipahami oleh para orang tua.
Dalam studi juga ditemukan bahwa pemberian obat batuk itu tidak hanya dilakukan terhadap anak berusia 2-5 tahun, tetapi juga di bawah 2 tahun. Padahal, hampir di semua jenis obat tersebut, 64,2 persen menggunakan lebih dari satu bahan aktif. Ketua peneliti, Louis Vernacchio, MD, menyebutkan konsumsi obat batuk ataupun flu bagi anak balita ini tidaklah perlu. “Yang perlu diwaspadai malahan efek berbahaya dan rendahnya bukti klinis bahwa pengobatan tersebut efektif untuk anak-anak,” ujarnya, seperti dikutip Sciencedaily.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat pun tegas-tegas menyatakan bahwa batuk ataupun radang tenggorokan tidak membutuhkan terapi antibiotika. “Yang perlu ialah perbanyak minum, maka batuk pun akan mereda karena lendir menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan,” ucap Wati. Batuk muncul karena peningkatan produksi dahak yang dipicu oleh infeksi virus atau alergi. Spesialis anak yang biasa disapa Wati ini menyebutkan, batuk akibat infeksi virus flu bisa berlangsung hingga dua minggu bahkan lebih malah lagi jika anak sensitif atau alergi.
Kebanyakan, Wati menyebutkan, penyebab batuk pada bayi dan anak kecil adalah virus parainfluenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan virus influenza. “Batuk lama pada anak besar bisa karena pertusis, mycoplasma pneumoniae, tetapi kebanyakan tetap karena alergi dan infeksi virus sehingga umumnya tidak membutuhkan antibiotik,” paparnya. Ia menambahkan pada anak besar, batuk yang berlangsung lebih dari 4 hingga 8 minggu, memang perlu dipikirkan kemungkinan terjadi hipersensitivitas saluran napas, aspirasi benda asing, tuberkulosis, pertusis, cystic fibrosis, atau sinusitis. “Dalam kondisi ini, baru terapi antibiotik perlu dipertimbangkan.”
Pencegahan Batuk dan Pilek
Berikut adalah tips untuk mengalahkan pilek dan batuk yang efektif, tetapi sering kali kita remehkan. Hal sederhana ini akan banyak membantu kita dari terserang pilek dengan cukup efektif.
1) Cuci tangan. Pikirkan ketika kita terserang pilek, ada kemungkinan kita terinfeksi melalui udara dari seseorang yang terbatuk-batuk atau bersin di dekat Anda. Tentu saja hal ini sulit untuk menghindari. Tetapi bagaimana jika kita mendapatkannya dari pintu atau sesuatu yang kita sentuh?
2) Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Jika Anda meniup hidung, cuci tangan anda sebelum menyentuh mulut atau mata. Jika Anda batuk, mencuci tangan sebelum menyentuh mata atau hidung. Jika Anda perlu menggosok mata (mata gatal) mencoba untuk mencuci tangan anda terlebih dahulu. Kuncinya di sini adalah bahwa Anda bisa menularkan virus kembali pada diri sendiri.
3) Minum Vitamin. Konsumsi vitamin cukup baik, utamanya ketika sakit. Apapun vitamin yang Anda minum, ingatlah untuk juga mengkonsumsi Vitamin C karena membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
4) Batasi kontak dengan orang yang sakit. Biasakan mencuci tangan setelah itu jika Anda menyentuh penderita pilek / batuk dan tidak ada salahnya untuk memastikan Anda konsumsi vitamin anda hari itu.
5) Makan sehat dan berenergi. Tubuh Anda selalu membutuhkan bahan bakar tetapi ketika Anda sakit banyak energi tubuh dikhususkan kekebalan tubuh. Makan teratur dapat memberikan anda energi yang dibutuhkan tubuh. Jika anda adalah orang yang aktif, ingat saja sangat penting untuk mengganti energi yang digunakan selama ini.
6) Mitos tentang istirahat. Terlalu banyak tidur memang tidak baik, tetapi pastikan beristirahat lebih dari 4 jam ketika malam.  Pilek tidak akan hilang hanya karena Anda tidak sadar dan mengenggam tisu untuk menggosok mata, batuk dan menggaruk mata.
7) AIR MINUM! Tubuh membutuhkan 8 gelas sehari. Ketika Anda sakit konsumsi air yang banyak lebih baik lagi. Tubuh manusia terdiri atas 98% air. Kita membutuhkan air untuk berfungsi secara efisien. Sebuah badan efisien dapat melawan penyakit yang lebih baik.
Pengobatan Batuk Pilek
Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.
v     Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu. 
v     Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).
v     Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.
v     Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)
v     Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

0 komentar:

Post a Comment


UNTUK INFORMASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI KE NO 031 8304 7663 | TERIMA KASIH

                               
 
Dunia Bunda dan Anak © 2011 | All Rights Reserved | Contact | Souvenir Ultah | Forum | Pasang Iklan Gratis